<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Cikudit's Weblog</title>
	<atom:link href="http://cikudit.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://cikudit.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Thu, 05 Jan 2012 08:01:53 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='cikudit.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Cikudit's Weblog</title>
		<link>http://cikudit.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://cikudit.wordpress.com/osd.xml" title="Cikudit&#039;s Weblog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://cikudit.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Sahabat Itu&#8230;</title>
		<link>http://cikudit.wordpress.com/2009/04/29/sahabat-itu/</link>
		<comments>http://cikudit.wordpress.com/2009/04/29/sahabat-itu/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 29 Apr 2009 03:38:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikudit</dc:creator>
				<category><![CDATA[(my) life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikudit.wordpress.com/2009/04/29/sahabat-itu/</guid>
		<description><![CDATA[Sahabat bukanlah orang yang ikut jatuh di saat kau jatuh, tapi orang yang dapat membantumu berdiri di saat kau jatuh. Tadi sore aku baru menonton sebuah sinetron di sebuah stasiun televisi swasta. Yang pemeran utamanya adalah lima remaja yang membentuk diri mereka sebagai “geng pelangi” itu. Dulu juga pernah beberapa kali menontonnya tapi tidak utuh [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=92&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sahabat bukanlah orang yang ikut jatuh di saat kau jatuh,<br />
tapi orang yang dapat membantumu berdiri di saat kau jatuh.</p>
<p>Tadi sore aku baru menonton sebuah sinetron di sebuah stasiun televisi swasta. Yang pemeran utamanya adalah lima remaja yang membentuk diri mereka sebagai “geng pelangi” itu. Dulu juga pernah beberapa kali menontonnya tapi tidak utuh dan rutin. Kebetulan tadi bisa menonton, sembari mengisi waktu (mahasiswa kok ngisi waktu nonton sinetron?!) dan istirahat setelah dalam keadaaan sekarat (atau mungkin kritis) selama sekitar 1 minggu.<br />
Awalnya sih otakku masih belum menangkap cerita episode ini tentang apa (sinetron ini tiap hari ganti tema cerita kan ya?), tapi begitu tahu bahwa ceritanya tentang persahabatan mereka yang diuji (LAGI?!), aku langsung mulai “ngomyang-ngomnyang” alias mengeluarkan mantra-mantra tidak jelas sendirian di depan televisi di antara suara rintik hujan yang akhirnya mengguyur Jogja juga.</p>
<p>Pasalnya kenapa? (duh, aku tidak mengingat semua nama tokohnya!) Si Helen (salah saru anggota “geng pelangi”, karakter digambarkan sebagai remaja putri berkacamata yang paling di jenius di SMA-nya. Oia, namanya sih Helen, aku aja yang menambahi “si” di depannya, biar terkesan lebih akrab gitu, hahaha&#8230;) bercita-cita mendapat beasiswa untuk sekolah di luar negeri. Nah, waktu itu ada seleksi beasiswa ke luar negeri dan di dalam negeri. Waktu Si Helen mengutarakan niatnya kepada teman-temannya di “geng pelangi” ini, banyak yang tidak setuju. Karena, kalau sampai Si Helen ke luar negeri, berarti “geng pelangi” bakal pecah. Dua anggota “geng pelangi” bahkan sempat merencanakan untuk menggagalkan cita-cita Si Helen&#8230;..</p>
<p>Ok, cukup ceritanya. Aku bukan mau review sinetron kok. Nah sampai pada bagian itu tadi, mualailah aku “ngomyang-ngomnyang” sendirian.<br />
“Ih, masa’ sahabat kayak gitu?”<br />
“Bo’ong tu kalo lu ngomong sahabat, bukannya ngedukung malah&#8230;”<br />
“Ah, capek gue denger lu ngomong ‘sahabat’-‘sahabat’ tapi lu sendiri kagak ngarti artinya!”</p>
<p>Yah, itulah beberapa hasil “omnyang”-anku tadi. Ya jelas lah, SEMUA orang juga tahu kalau yang namanya sahabat itu harus saling mendukung, bahkan rela berkorban demi mendukung sahabatnya, termasuk ditinggalin (SEMENTARA) waktu sahabatnya nuntut ilmu ke luar planet eh negeri.</p>
<p>Tapi masih ada nggak sih sahabat yang semulia itu jaman sekarang?? Yang benar-benar sayang tanpa pamrih, benar-benar ada tanpa minta pengakuan, benar-benar datang tanpa dipanggil, pulang tak di antar, hiii&#8230; Ada nggak??? Menurutku sih susah ya, soalnya kata dosenku waktu semester satu, setiap orang punya jiwa politik dalam dirinya, jadi pasti ada “permainan” dari sebagian tindakan atau ucapannya. Kalaupun bukan politik untuk meraih sesuatu, bisa saja itu hanya kengininan untuk terlihat baik di depan orang lain.</p>
<p>Ini bukan berarti aku meng-underestimate orang atau bagaimana, tapi cuma mengungkapkan ideku saja. Aku juga percaya di luar sana masih banyak “sahabat yang seseungguhnya”, hanya saja mungkin tidak setiap waktu dia bisa menjadi “sahabat yang sesungguhnya” itu, karena ingat, dia juga punya kepentingan dan kehidupan sendiri. [27/04]</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikudit.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikudit.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikudit.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikudit.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikudit.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikudit.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikudit.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikudit.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikudit.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikudit.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikudit.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikudit.wordpress.com/92/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikudit.wordpress.com/92/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikudit.wordpress.com/92/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=92&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikudit.wordpress.com/2009/04/29/sahabat-itu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67a0473a47148a2ed7f8d0006671efdb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikudit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>A Story About A Girl</title>
		<link>http://cikudit.wordpress.com/2008/07/12/a-story-about-a-girl/</link>
		<comments>http://cikudit.wordpress.com/2008/07/12/a-story-about-a-girl/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 12 Jul 2008 03:33:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikudit</dc:creator>
				<category><![CDATA[karya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikudit.wordpress.com/?p=91</guid>
		<description><![CDATA[  This is a story about a girl named “Lucky”… Early morning she wakes up with knock-knock-knock on the door… Hahaha…ga lah! Itu mah video klipnya Britney jaman muda dulu! Ok, I’m serious now…   Ini cerita tentang seorang gadis. Gadis ini hanya anak perempuan biasa, tanpa keistimewaan seperti indera keenam atau kecerdasan super. Biasa, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=91&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">This is a story about a girl named “Lucky”… Early morning she wakes up with knock-knock-knock on the door… Hahaha…ga lah! Itu mah video klipnya Britney jaman muda dulu! Ok, I’m serious now…</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" align="justify">Ini cerita tentang seorang gadis. Gadis ini hanya anak perempuan biasa, tanpa keistimewaan seperti indera keenam atau kecerdasan super. Biasa, ya, hanya gadis biasa. Umurnya sekitar seperlima abad saat kisah ini ditulis. Mungkin hidupnya masih panjang atau yah…siapa yang tahu? Yang jelas, untuk manusia seusianya, dia masih harus banyak belajar.</p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" align="justify"><span lang="id-ID">Setengah hidupnya hingga detik ini dia habiskan dengan berpikir bahwa dia adalah orang yang baik, yang jika mati detik ini juga akan langsung masuk surga, atau yah&#8230;mungkin hanya “mampir” sebentar ke neraka. Ya, memang aneh. Tidak seperti orang lain yang jika merenungkan kehidupannya di masa lalu maka akan menemukan ribuan bahkan jutaan kesalahan, besar maupun kecil. Dia berbeda, setiap merenungkan perjalanan hidupnya, maka akan semakin yakin pula dia bahwa dia memang baik dan hampir selalu benar. Apa itu adalah bentuk kesombongan? Entahlah. Dia tidak pernah memikirkannya. Yang dia tau, dia adalah orang yang baik, bahkan terlalu baik di dunia yang katanya kejam ini.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" align="justify"><span lang="id-ID">Ada satu prinsip yang entah sejak kapan tertanam di dalam dirinya. Sebenarnya hanya prinsip umum yang belum tentu bisa dijalani oleh semua orang. Prinsip itu sering disebut <em>tepo seliro</em> oleh orang Jawa. Sementara dia sendiri meyakini prinsip itu sebagai hukum timbal balik, apa yang kau lakukan pada orang lain maka akan dilakukan orang lain kepadamu. Jadi dia selalu melakukan hal yang baik (menurutnya) dengan harapan orang lain pun akan berlaku baik padanya. Dia tidak mau melakukan hal buruk pada orang lain dengan harapan tidak ada orang lain yang berlaku buruk padanya. Ya, prinsip itulah yang diterapkannya. Dan dia rasa, dia telah melakukan hal yang baik. Karena itulah dia menanggap bahwa dirinya adalah orang yang baik.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" align="justify"><span lang="id-ID">Seiring kedewasaan dan bertambah luasnya dunia yang dia lihat, dia menemukan hal baru dari prinsip yang selalu dianutnya. Hidup tidak semudah itu ‘kan? Meski sering ditemukannya kekecewaan karena perilaku buruk orang lain terhadapnya, dia tetap berkeyakinan bahwa bersikap baik adalah suatu keHARUSan. Dan meski tanpa sengaja dia memperlakukan orang lain dengan buruk, dia pasti akan menyesalinya kemudian.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" align="justify"><span lang="id-ID">Sampai akhirnya ada titik kejenuhan di mana dia merasa menikmati saat-saat memperlakukan orang lain dengan buruk. Dia tidak mengerti mengapa. Mungkin itulah titik jenuh dari keharusan menjaga perilaku baiknya. Mungkin tanpa disadarinya jiwa manusia yang tak sempurna dalam dirinya telah memberontak. Entahlah. Dia tidak tahu.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" align="justify"><span lang="id-ID">Puncaknya, dia menemukan sebuah perasaan di mana kekejaman memberikan kepuasan di dalam dirinya. Mungkin kata “kejam” terlalu dramatis, tapi kata itulah yang menurutnya patut mengkategorikan perilaku buruknya terhadap orang lain. Di mana dia merasa puas saat orang lain merasa bersalah padanya. Di mana dia merasa puas melihat orang lain “tersiksa” karena perilakunya. Dan berbagai hal lain yang membuatnya merasa puas dengan “penderitaan” orang lain. Yah, itulah arti “kekejaman” dalam kamusnya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" align="justify"><span lang="id-ID">Dengan berbekal prinsip tadi, dia mengerti bahwa “kekejaman” di dalam dirinya adalah suatu kesalahan, kesalahan besar. Namun dia tidak tau apa yang harus dilakukannya, hal itu muncul begitu saja. Dia tau jiwa-harus-berbuat-baik-nya telah lelah. Tapi dia tetap memegang prinsip itu, dan bagaimanapun juga, dia HARUS tetap berbuat baik.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" align="justify"><span lang="id-ID">Kini jiwanya berada di antara dua hal, antara “keharusan” dan “kelelahan”. Dia tau dia harus memilih “keharusan”, tapi mungkin “kelelahan” jiwanya telah membuatnya berlaku menentang “keharusan”. Dia yakin “keharusan” itu ada di dalam dirinya, dia harus berbuat baik, sampai kapanpun. Dia sangat yakin, karena di balik kepuasan atas perilaku “kejam”nya, dia masih memiliki rasa bersalah, rasa kasihan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" align="justify"><span lang="id-ID">Ya, itulah masalah barunya. Kelelahannya untuk menjadi manusia baik ternyata masih menyisakan rasa bersalah, dan belas kasihan. Itulah yang membuatnya merasa berada di antara dua dunia kepribadiannya, baik atau buruk. Setiap orang mungkin pernah merasakan apa yang kini dirasakannya, berada antara dunia baik dan dunia buruk. Tapi masalah baru yang ditemuinya adalah kebesaran egonya. Keegoisannya mungkin adalah sumber dari semua yang dirasakannya sekarang. Keegoisan untuk menjadi manusia yang baik. Keegoisan untuk memenangkan kelelahan jiwanya dan menjadikannya alasan untuk berbuat “kejam”.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" align="justify"><span lang="id-ID">Rasa bersalah dan belas kasihan yang masih tersisa dari keegoisannya itu berakhir tanpa kata “maaf” atau hanya sekadar perilaku yang menunjukkan penyesalan. Dia tau dia salah, dia tau dia harus meminta maaf, tapi keegoisan dan perasaan memiliki harga diri yang tinggi membuat apa yang seharusnya dilakukan tidak dia lakukan. Betapa sulit baginya untuk mengucap “maaf” meski dia tau dia harus mengucapkannya dengan sepenuh hati.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" align="justify"><span lang="id-ID">Dia, orang yang meyakini keHARUSan untuk selalu berbuat baik, namun juga menyadari bahwa dirinya tidak bisa menjadi sempurna. Hingga jiwanya lelah dan memberontak, melakukan kesalahan yang disebutnya sebagai “kekejaman”. Meski dia tau itu salah, namun keegoisan dan harga dirinya menolak untuk mengaku salah. Lalu bagaimana? Dia tidak tau harus menjadi apa, siapa, dan bagaimana. Dia terjebak dalam dunia yang dibuatnya sendiri. Apa yang harus dilakukannya?</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.59cm;" lang="id-ID" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="id-ID">Buat yang mau ngasih komentar atau saran atau kritik atau apa aja buat tulisan ini, pelase just leave a comment. Boleh tentang penulisnya alias saya, atau tentang isi tulisannya. Mau ngasih saran buat si “dia” juga boleh. Ditunggu ya, Thx&#8230;</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikudit.wordpress.com/91/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikudit.wordpress.com/91/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikudit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikudit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikudit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikudit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikudit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikudit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikudit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikudit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikudit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikudit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikudit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikudit.wordpress.com/91/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikudit.wordpress.com/91/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikudit.wordpress.com/91/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=91&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikudit.wordpress.com/2008/07/12/a-story-about-a-girl/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67a0473a47148a2ed7f8d0006671efdb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikudit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Two Different Statements About LOVE</title>
		<link>http://cikudit.wordpress.com/2008/07/04/two-different-statements-about-love/</link>
		<comments>http://cikudit.wordpress.com/2008/07/04/two-different-statements-about-love/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 05:18:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikudit</dc:creator>
				<category><![CDATA[others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikudit.wordpress.com/?p=89</guid>
		<description><![CDATA[Love will find u if u try. AND akan datang dengan sendirinya. Bertentangan banget ya? Jadi mana yang bener??? Can anyone answer???<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=89&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Love will find u if u try.</p>
<p>AND</p>
<p>akan datang dengan sendirinya.</p>
<p>Bertentangan banget ya? Jadi mana yang bener??? Can anyone answer???</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikudit.wordpress.com/89/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikudit.wordpress.com/89/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikudit.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikudit.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikudit.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikudit.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikudit.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikudit.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikudit.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikudit.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikudit.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikudit.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikudit.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikudit.wordpress.com/89/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikudit.wordpress.com/89/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikudit.wordpress.com/89/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=89&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikudit.wordpress.com/2008/07/04/two-different-statements-about-love/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67a0473a47148a2ed7f8d0006671efdb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikudit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ke Mana &#8220;pernikahan&#8221;?</title>
		<link>http://cikudit.wordpress.com/2008/07/04/ke-mana-pernikahan/</link>
		<comments>http://cikudit.wordpress.com/2008/07/04/ke-mana-pernikahan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 04 Jul 2008 05:16:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikudit</dc:creator>
				<category><![CDATA[others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikudit.wordpress.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[“Pernikahan”…yep, udah pada tau ‘kan kata itu? Arti dan maknanya? Yah, kira2 begitu lah. Kalo denger kata itu tuh berasa sesuatu yang sakral banget gitu, yang kudu dijaga sebaek mungkin dan ga ada maen2 sama kata itu. Tapi ada ga sih yang sadar kalo kata itu tuh sekarang udah digeser kedudukannya sama satu kata yang&#8230;yah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=88&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Pernikahan”…yep, udah pada tau ‘kan kata itu? Arti dan maknanya? Yah, kira2 begitu lah. Kalo denger kata itu tuh berasa sesuatu yang sakral banget gitu, yang kudu dijaga sebaek mungkin dan ga ada maen2 sama kata itu.<br />
Tapi ada ga sih yang sadar kalo kata itu tuh sekarang udah digeser kedudukannya sama satu kata yang&#8230;yah, hampir mirip lah, tapi maknanya peyoratif. Ada yang tau kata yang saya maksud? Yak, kata itu adalah “perkawinan”. Ada yang ngrasa gimanaaa gitu ga sih kalo denger kata “perkawinan” yang kata aslinya adalah “kawin”. Kalo ga tau ya gampangnya gini deh&#8230;<br />
	Kata “nikah” dulu sering dipakai untuk MANUSIA<br />
	Sedangkan kata “kawin” dulu sering dipakai untuk BINATANG<br />
Well, mungkin ada yang menyadari hal itu. Tapi saya juga ga berhak nyalahin. Singkatnya, menurut saya, kata “kawin” itu terlalu “rendah” kalo dipake buat manusia, berasa ga manusiawi gitu. Gini deh, kalo nikah tu kan pake adat agama dan daerah, ada ikatannya gitu. Kalo kawin, ga harus kan? I mean, “kawin” is just about sex, isn’t it?<br />
Yang bikin saya ga enak tiap nonton televisi tuh hampir SEMUA orang di televisi tu nyebutnya “perkawinan” atau “kawin”. Di acara infotainment2 tu ‘kan kalo artis nikah nyebutnya “perkawinan”, bukan “pernikahan. Risih aja gitu. Nah berhubung televisi itu media yang paling gampang ditiru atau dijadikan “panutan”, maka tersebar luaslah kata-kata itu untuk menggantikan posisi kata “pernikahan” dan “nikah” yang lebih sakral. Akhrinya sekarang hampir semua orang menirunya.<br />
Yah, saya sih prihatin aja. Ikatan antara dua manusia yang sakral kok rasanya jadi lebih “rendah” saat kata “perkawinan” yang digunakan, bukan “pernikahan”. Yep, kata sakral itu kayaknya udah mau punah. Ayo donk lestarikan! Bukannya kalo untuk manusia lebih enaknya denger “pernikahan”, bukan “perkawinan”. Feel the difference ga??? What I want to ask is just “KE MANA “PERNIKAHAN”??”</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikudit.wordpress.com/88/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikudit.wordpress.com/88/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikudit.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikudit.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikudit.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikudit.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikudit.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikudit.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikudit.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikudit.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikudit.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikudit.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikudit.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikudit.wordpress.com/88/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikudit.wordpress.com/88/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikudit.wordpress.com/88/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=88&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikudit.wordpress.com/2008/07/04/ke-mana-pernikahan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67a0473a47148a2ed7f8d0006671efdb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikudit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>December Boys</title>
		<link>http://cikudit.wordpress.com/2008/06/28/december-boys/</link>
		<comments>http://cikudit.wordpress.com/2008/06/28/december-boys/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jun 2008 07:19:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikudit</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikudit.wordpress.com/?p=87</guid>
		<description><![CDATA[  Gue baruuu aja selese nonton sebuah film yang…hard to explain! Intinya ni pilem meaningful bgt…and endingnya, Sob…edan…mengharukan banget! Yep, kayak judul posting ini, judul ntu pilem yang termasuk list pilem yang gue keramatkan adalaaaaahhh…jeng JeNg JEEENG…sratooos, DECEMBER BOYS. Pertama kali gue liat tu pilem di…di…yah, toko buku terbesar (ga juga si…), pokoknya paling terkenal [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=87&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><span lang="en-US">Gue baruuu aja selese nonton sebuah film yang…<em>hard to explain</em>! Intinya ni pilem <em>meaningful</em> bgt…<em>and ending</em>nya, Sob…edan…mengharukan banget! Yep, kayak judul posting ini, judul ntu pilem yang termasuk <em>list</em> pilem yang gue keramatkan adalaaaaahhh…jeng JeNg JEEENG…sratooos, DECEMBER BOYS. </span><span lang="es-ES">Pertama kali gue liat tu pilem di…di…yah, toko buku terbesar (ga juga si…), pokoknya paling terkenal sejagad antero Indonesia (ato emang gue taunya cuma itu?). Lu mesti pada nanya kan, masa gue liat pilem di toko buku? Ya iya lah, kalo lu pada nangkep toko buku yang gue maksud, pasti ngarti lah kalo tu toko buku isinya macem-macem (berarti bukan toko buku lagi namanya), mule dari buku, peralatan sekolah, maenan (ini yang agak menyimpang dari <em>title</em> “toko buku”), hape, iPod, and tentunya kaset plus picidi (tulisan aselinya sih VCD, maklum orang kampung). Nah loh, gue mau nyeritain pilemnya apa toko bukunya sih? </span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><span lang="es-ES">Singkat kata, gue liat VCD tu pilem di toko buku ntu. Gue langsung napsu nonton tu pilem, kenapa? Karena Aa’ Daniel Radcliffe adalah salah satu pemeran utamanya&#8230;yeee&#8230;plok plok plok! Ga, tapi gue ga beli tu VCD, kagak ada duit lah. Level gue sih nyewa di rental. Ini asas hemat, orang banyak rental murah kok mesti beli VCD yang harganya sama kayak jatah uang bensin gue sebulan?! (Maaf, bagi yang tersinggung, mungkin Anda adalah salah satu pengoleksi VCD) Singkat kata lagi, keesokan harinya gue langsung melesat ke rental (sekalian balikin VCD yang gue pinjem sebelumnya). <em>List</em> pilem yang gue pinjem hari itu adalah sbb:</span></p>
<ol>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">December Boys (<em>it must be the first</em>!) <span style="font-family:Wingdings;"></span> ini bonus pinjem dari dua pilem di bawah)</span></p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">Nancy Drew</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" lang="en-US" align="justify">The Game Plan</p>
</li>
<li>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">Cheaper by Dozen 2 <span style="font-family:Wingdings;"></span> ini bonus. Bukan, bukan bonus pinjem, tapi DIKASIH DGN CUMA2! </span><span lang="es-ES">Baek amat ya tu rental? Katanya sih menyambut ultah pertamanya gitu. Buset, keren aja! </span><span lang="en-US">Tapi dgn label “gratis”, gue ga bisa donk berharap banyak dari VCD “gratisan” itu, yah cuma <em>copy</em>-an gitu deh (<em>STOP PIRACY</em>!)</span></p>
</li>
</ol>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><span lang="en-US">Nah udah kan? Gue memutuskan nonton December Boys dulu. Bukan karena kebelet liat Aa’ Daniel, tapi karena secara kasat mata, tu pilem yang rasanya “ga banget”. </span><span lang="es-ES">Secara gue ga pernah denger tu pilem sebelumnya, ga moncer kali ya? (ato gue-nya aja yang ga tau?) Ternyata umur tu pilem udah sekitar 2 taon (lebih tua daripada rentalnya).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><span lang="en-US"><em>THE POINT IS</em>&#8230;tu pilem ga keren sih, sama sekali, bahkan Danielnya keliatan agak…aneh? Tapi gue masih merasakan <em>soul</em> herpott-nya. Tu pilem tentang 4 cowok, anak panti asuhan, umur sekitar 9-13 (abiznya ada adegan Daniel-nya ML si…). Mereka <em>friendship</em> banget (struktur yang aneh, <em>u know what I mean</em> lah), sama2 ultah bulan Desember. Mereka berempat dikasih liburan ke daerah pantai (pake <em>cove-cove</em> gitu, lupa gue). Danielnya ceritanya jadi si Maps nih. Tokoh yang paling moncer sih Maps sama yang paling kecil <em>and</em> “bener”, namanya Mitsy. </span><span lang="es-ES">Pokoknya critanya panjang lah. Intinya si Maps ogah diadopsi, sementara si Mitsy pengen banget. Di tempat mereka liburan tu, ada pasangan yang mau ngadopsi anak. Jadi mereka pada lomba-caper gitu biar diadopsi (Maps ga ikutan tentunya). Akhirnya yang terpilih diadopsi adalah Mitsy, tapi&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;..yak, silahkan nonton sendiri filmnya kalo penasaran (buset, gaya gue promosi pilem banget). <em>Ending</em>nya keren deh&#8230;eh tadi kan gue bilang pilemnya ga keren sama sekali ya? Ok deh, kalo gitu <em>ending</em>nya mengharukan (bagi gue).</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><span lang="es-ES">Ni pilem termasuk kategori mengharukan (ato gue-nya aja yang sentimentil?). Lu bakal dibikin terisak-isak ato kalo mau jaga image, menahan air mata deh. </span><span lang="en-US">Seperti yang gue bilang di awal, <em>meaningful</em>. Ni pilem unik sih, naek-turunnya cepet, maksud gue konfliknya. Banyak “kejutan” <em>and</em> konflik kecil yang bikin ni pilem seolah “kaya tema” (maksud gue, kaya = sugih (bahasa jawanya), bukan kaya = mirip lho, buat yang cerdas pasti ngerti deh). Ga cuma masalah adopsi, tapi juga keluarga, <em>friendship</em>, <em>love</em>, bahkan keyakinan.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><span lang="en-US">Pokoknya gue saranin buat yang belom nonton, nonton deh. Mungkin bagi yang suka pilem penuh gejolak, ga cocok sama ni pilem. Tapi ni pilem lumayan buat ngadem…kan <em>setting</em>nya di pantai…ga ada hubungannya yah? Biarin! Walo udah jadul, taon 2006 (ditambah lagi <em>setting</em>nya macam taon 80-an geto), ni pilem ga kalah ama The Matrix (lah? Malah jadulan The Matrix deh kayaknya). Kudu lead! <em>Meaningful</em>! Mengharukan! DANIEEEEELLL…!!!</span></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" lang="en-US" align="justify"> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span lang="en-US">PS: Kok gaya cerita gue jadi kayak begini ya? Barusan baca buku ke-empatnya Raditya Dika nih…kayaknya gue kena sindromnya deh! Mending sekarang gue netralin pake karyanya Sang Maestro, Pramoedya Ananta Toer, bwahahaha…</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikudit.wordpress.com/87/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikudit.wordpress.com/87/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikudit.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikudit.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikudit.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikudit.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikudit.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikudit.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikudit.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikudit.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikudit.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikudit.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikudit.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikudit.wordpress.com/87/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikudit.wordpress.com/87/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikudit.wordpress.com/87/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=87&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikudit.wordpress.com/2008/06/28/december-boys/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67a0473a47148a2ed7f8d0006671efdb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikudit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>tentang &#8220;dia yang lain&#8221;</title>
		<link>http://cikudit.wordpress.com/2008/04/20/tentang-dia-yang-lain/</link>
		<comments>http://cikudit.wordpress.com/2008/04/20/tentang-dia-yang-lain/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Apr 2008 07:23:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikudit</dc:creator>
				<category><![CDATA[(my) life]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikudit.wordpress.com/?p=86</guid>
		<description><![CDATA[  Pernah kuceritakan sebelumnya, tentang “dia yang lain”, yang menjadi bahagiaku belakangan ini. Belakangan ini semua tentangnya bisa mengacaukan perasaanku. Kadang sedih sampai membencinya, kadang senang seakan tak pernah membencinya. Kenapa? Aku pikir “dia yang lain” temanku, dan memang begitu adanya. Aku pikir hanya begitu, meski tak kupungkiri kadang berharap lebih. Aku pikir masih ada [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=86&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Pernah kuceritakan sebelumnya, tentang “dia yang lain”, yang menjadi bahagiaku belakangan ini.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Belakangan ini semua tentangnya bisa mengacaukan perasaanku. Kadang sedih sampai membencinya, kadang senang seakan tak pernah membencinya. Kenapa? Aku pikir “dia yang lain” temanku, dan memang begitu adanya. Aku pikir hanya begitu, meski tak kupungkiri kadang berharap lebih. Aku pikir masih ada hal itu, tentang seseorang yang lain yang akan membatasi hubunganku dengannya hanya sebatas itu. Tapi tak apa, “dia yang lain” pun kadang membuatku merasa special, dan cemburu sekaligus. Kenapa harus cemburu? Teman kan? Tak menemukan jawabannya, hanya saja aku rasa cemburu itu wajar.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Akhirnya semua menyenangkan. Ya, seharusnya menyenangkan. Karena apa yang kuharapkan terjadi, lengkap. “dia yang lain” semakin dekat denganku. Anehnya, hal itu malah sering membuatku jengah. Kenapa? Karena “dia yang lain” tak seperti yang kubayangkan. Dia cenderung menyebalkan, mungkin…meski kuakui aku cukup nyaman bersamanya.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Sampai pada puncak itu, hari di mana semua terasa sempurna sekaligus luluh lantak. Mengerikan, kata itulah yang kupikirkan saat teringat pengalaman terakhir dengannya. Aku ingin melupakannya. Aku putuskan untuk meninggalkannya, demi kebaikanku sendiri dan aku yakin dia akan baik-baik saja.</p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Akhirnya semua berakhir, bukan dengan indah, tapi banyak menyimpan kenangan indah. Biarlah, karena aku pun jengah. Satu yang kuingat, lirik lagu yang kudengar saat bersamanya…</p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><em>Oh mungkin aku bermimpi menginginkan dirimu untuk ada di sini menemaniku</em></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><em>Oh mungkinkah kau yang jadi kekasih sejatiku?</em></p>
<p style="margin-bottom:0;text-indent:1.27cm;" align="justify"><em>Semoga tak sekedar harapku…</em></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify">Air mataku hampir menetes mendengar lirik itu. Dan saat itu, yang ada di pikiranku adalah “dia” yang dulu pernah menjadi bahagiaku, bukan “dia yang lain” yang saat itu adalah bahagiaku. Kenapa? Kenapa “dia”?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikudit.wordpress.com/86/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikudit.wordpress.com/86/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikudit.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikudit.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikudit.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikudit.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikudit.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikudit.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikudit.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikudit.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikudit.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikudit.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikudit.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikudit.wordpress.com/86/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikudit.wordpress.com/86/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikudit.wordpress.com/86/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=86&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikudit.wordpress.com/2008/04/20/tentang-dia-yang-lain/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67a0473a47148a2ed7f8d0006671efdb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikudit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>jogJAKARTA = the next jakarta???</title>
		<link>http://cikudit.wordpress.com/2008/04/05/jogjakarta-the-next-jakarta/</link>
		<comments>http://cikudit.wordpress.com/2008/04/05/jogjakarta-the-next-jakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 05 Apr 2008 04:55:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikudit</dc:creator>
				<category><![CDATA[others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikudit.wordpress.com/?p=85</guid>
		<description><![CDATA[  Setahuku, Jakarta itu macet. Banyaaaaakk sekali kendaraan di ruas-ruas jalan, terutama ruas jalan utama dan pada jam-jam sibuk. Polusi di mana-mana. Perjalanan memakan waktu lebih lama daripada seharusnya karena kepadatan ruas jalan. Belum lagi bunyi klakson yang tidak nyaman didengar. Mungkin itu yang membuatku tidak berminat tinggal atau kerja di Jakarta, padahal aku ingin [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=85&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> </p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Setahuku, Jakarta itu macet. Banyaaaaakk sekali kendaraan di ruas-ruas jalan, terutama ruas jalan utama dan pada jam-jam sibuk. Polusi di mana-mana. Perjalanan memakan waktu lebih lama daripada seharusnya karena kepadatan ruas jalan. Belum lagi bunyi klakson yang tidak nyaman didengar. Mungkin itu yang membuatku tidak berminat tinggal atau kerja di Jakarta, padahal aku ingin kerja di TransTV.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" align="justify"><span>Nah sekarang, di kota di mana aku berada, tinggal dan kuliah, Jogjakarta, aku mulai merasakan ketidaknyamanan. Yah&#8230;akhir-akhir ini sepertinya Jogja semakin padat. Kendaraan seperti tumpah ruah ke jalan, tidak hanya pada jam-jam sibuk, tapi hampir seharian. Meskipun bunyi klakson tidak begitu meriah, tapi berkendara di jalan rasanya semakin membutuhkan kesabaran dan kehati-hatian. Jalan-jalan pintas yang terhitung bukan jalan utama semakin ramai. Bayangkan saja bagaimana jadinya jika jalan yang tidak begitu lebar dipenuhi dengan ratusan kendaraan. Belum lagi antrian di lampu lalu lintas. Antriannya semakin panjang dan selalu “dihiasi” bunyi klakson. Polusi&#8230;slayer harus selalu melindungi pernapasanku saat berkendara. Panas&#8230;katanya <em>stop global warming</em>, tapi rasanya kok malah memacu <em>global warming</em>? Belum lagi lubang-lubang yang “mewarnai” ruas-ruas jalan, membuat berkendara menjadi semakin tidak nyaman.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID" align="justify">Sangat tidak nyaman, itulah yang kurasakan tentang Jogja-ku, Jogja kita. Tanya kenapa?</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikudit.wordpress.com/85/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikudit.wordpress.com/85/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikudit.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikudit.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikudit.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikudit.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikudit.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikudit.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikudit.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikudit.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikudit.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikudit.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikudit.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikudit.wordpress.com/85/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikudit.wordpress.com/85/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikudit.wordpress.com/85/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=85&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikudit.wordpress.com/2008/04/05/jogjakarta-the-next-jakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67a0473a47148a2ed7f8d0006671efdb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikudit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ayat-ayat cinta</title>
		<link>http://cikudit.wordpress.com/2008/03/18/ayat-ayat-cinta/</link>
		<comments>http://cikudit.wordpress.com/2008/03/18/ayat-ayat-cinta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Mar 2008 09:03:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikudit</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikudit.wordpress.com/?p=84</guid>
		<description><![CDATA[ Siapa yang belum nonton Ayat-ayat Cinta??? Tunjuk atap! Yak, filmnya sih&#8230;yaa&#8230;lumayan kocak dan sangat mengharukan. Kocaknya&#8230;lagu openingnya saja sudah menarik dan lucu, jadi menambah semangat menonton. Terus beberapa adegan juga diperankan dengan kocak, seperti saat Fahri dan Maria berdiri di tepi Sungai Nil membicarakan perihal (alah, bahasanya!) jodoh. Setelah membicarakan hal itu, mereka saling bertatapan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=84&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p> Siapa yang belum nonton Ayat-ayat Cinta??? Tunjuk atap!</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Yak, filmnya sih&#8230;yaa&#8230;lumayan kocak dan sangat mengharukan.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span>Kocaknya&#8230;lagu openingnya saja sudah menarik dan lucu, jadi menambah semangat menonton. Terus beberapa adegan juga diperankan dengan kocak, seperti saat Fahri dan Maria berdiri di tepi Sungai Nil membicarakan perihal (alah, bahasanya!) jodoh. Setelah membicarakan hal itu, mereka saling bertatapan dan akhirnya Fahri sadar sambil membaca <i>istighfar</i> untuk tidak menatap Maria. Terus yang kocak lagi, adegan saat Nurul dikenalkan dengan Aisyah yang telah menjadi istri Fahri. Nah di situ adegannya Nurul menjamu Aisyah dengan sikap <i>over</i>-baik sehingga malah mencurigakan. Beberapa percakapannya juga kocak. Kalau mau tau, nonton sendiri deh!</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span>Banyak juga adegan yang mengharukan. Seperti waktu Aisyah meminta Fahri menikahi Maria. Ooohh&#8230;diperankan dengan sangat baik dan membawa penonton hanyut dalam perasaan. Terus adegan&#8230;adegan apa lagi ya? Yang Fahri akhirnya dibebasin tu lumayan mengharukan. Terus adegan Aisyah cemburu sama istri kedua Fahri, yaitu Maria. Banyak lagi lah, yang saat-saat mereka nangis tu bikin penonton pengen nangis juga. Ssstt&#8230;aku juga nangis loh waktu nonton di bioskop yang bernaung di salah satu mall di Jogja itu. Tapi nangisnya bukan karena film, karena&#8230;ada deh! Pokoknya jadi ga serius 100% nontonnya gara2 dikacaukan SMS2 gaib, he7</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Lumayan lah filmnya. Adegan lucu dan mengharukan ditampilkan silih berganti, jadi bisa ganti2 suasana hati penonton.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span>Tapi agak kecewa juga sih, soalnya ada yang beda sama novelnya. Proses dari Fahri ketemu sama Aisyah sampai menikah tu singkat banget, jadi terkesan ngebut kalau dibandingkan dengan novelnya. Terus Maria diceritain cuma tinggal sama ibunya, padahal di novelnya tinggal sama ayah dan adek laki-lakinya juga. Terus adegan penyiksaan di penjara juga hilang (aku ga bisa bayangin kalo Fedi Nuril BENAR-BENAR harus memerankan penyiksaan itu, WAJAR lah kalo dihilangkan bagian itu). Terus di novelnya ga ada cerita Fahri, Aisyah, dan Maria tinggal bertiga. Jadi ga ada jealous2an. Ada juga Maria langsung sakit setelah Fahri dibebaskan, jadi langsung tinggal di rumah sakit. Pengarang novelnya ga kenapa2 tuh ceritanya melenceng dari novel???</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span>Nah ternyata eh ternyata, ni film bikin heboh juga. Banyak <i>infotainment</i> yang mengusung film ini sebagai berita utamanya. Mungkin secara film kayak gini jarang banget di Indonesia, jadi sensasional gitu, he7 Terus di <i>infotainment</i>-nya pasti nyangkut2in masalah agama si pemeran2nya sama peran di film. Untung buat mereka juga sih, jadi TOP mendadak (sebelumnya emang sudah top, tapi jadi tambah TOP). Untung buat aku sih&#8230;bisa sering2 liat Fedi Nuril, KYAAAAAAA&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;.!!!!!!!!!</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Nah trus nih, katanya ni film memecahkan rekor jumlah penonton! Kalo ga salah sudah dua juta penonton&#8230;plok3x&#8230;hebat ya???</p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">1 kalimat yg masih mengusik pikiranku dari film itu, kalimatnya Maria&#8230;</p>
<p style="margin-bottom:0;"><i><span>Sekarang aku tahu, bahwa antara cinta dan rasa ingin memiliki itu beda.</span></i></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span>Yak, jujur aku belum ngerti bedanya, maksudnya aku ga ngerti arti cinta dan rasa ingin memiliki. Ada yang bisa jelasin??? (^_^)”a thx</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikudit.wordpress.com/84/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikudit.wordpress.com/84/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikudit.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikudit.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikudit.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikudit.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikudit.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikudit.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikudit.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikudit.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikudit.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikudit.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikudit.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikudit.wordpress.com/84/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikudit.wordpress.com/84/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikudit.wordpress.com/84/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=84&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikudit.wordpress.com/2008/03/18/ayat-ayat-cinta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67a0473a47148a2ed7f8d0006671efdb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikudit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>meet the spartans</title>
		<link>http://cikudit.wordpress.com/2008/03/07/meet-the-spartans/</link>
		<comments>http://cikudit.wordpress.com/2008/03/07/meet-the-spartans/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 Mar 2008 23:52:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikudit</dc:creator>
				<category><![CDATA[movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikudit.wordpress.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[atttrrrrreeeeeeetttt&#8230;ni pilem bikin emoasi bgt!knp? KENAPA? cz pilemny gokil abiz deh, dr yg g mutu mpe malu2in, dr yg wagu mpe yg g nyambung, dr yg bin ajaib mpe aneh, dr sabang mpe merauke (eeeehh&#8230;) pokoknya ni film bisa bikin cekakakan + diem terpana shock kudu lead deh bt yg pgn ketawa lepas&#8230; oia, ni [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=83&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>atttrrrrreeeeeeetttt&#8230;ni pilem bikin emoasi bgt!knp?</p>
<p>KENAPA?</p>
<p>cz pilemny gokil abiz deh, dr yg g mutu mpe malu2in, dr yg wagu mpe yg g nyambung, dr yg bin ajaib mpe aneh, dr sabang mpe merauke (eeeehh&#8230;)</p>
<p>pokoknya ni film bisa bikin cekakakan + diem terpana shock</p>
<p>kudu lead deh bt yg pgn ketawa lepas&#8230;</p>
<p>oia, ni film diadaptasi dr film 300 + bbrp film n reality show laen yg bikin shock n g ngerti knp bs sampe muncul di situ.</p>
<p>rada nggilani c filmny, tp bnr2 bs bikin ketawa n shock deh!</p>
<p>suggested to wacth</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikudit.wordpress.com/83/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikudit.wordpress.com/83/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikudit.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikudit.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikudit.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikudit.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikudit.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikudit.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikudit.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikudit.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikudit.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikudit.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikudit.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikudit.wordpress.com/83/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikudit.wordpress.com/83/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikudit.wordpress.com/83/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=83&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikudit.wordpress.com/2008/03/07/meet-the-spartans/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67a0473a47148a2ed7f8d0006671efdb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikudit</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>perang tarif</title>
		<link>http://cikudit.wordpress.com/2008/03/02/perang-tarif/</link>
		<comments>http://cikudit.wordpress.com/2008/03/02/perang-tarif/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 02 Mar 2008 04:25:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>cikudit</dc:creator>
				<category><![CDATA[others]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://cikudit.wordpress.com/?p=81</guid>
		<description><![CDATA[Yak, entah kenapa saya menulis ini. Sudah mengerikan, menurut saya. Ya ya ya, yang saya bicarakan tentu saja perang tarif antara provider-provider ponsel di Indonesia. Ini bukan fenomena implisit, terlalu eksplisit malah menurut saya. Bisa kita lihat iklan-iklan yang saling menyindir antar sesama provider ponsel. Perang tarif terlihat jelas. Masing-masing provider berlomba memberi tarif termurah, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=81&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Yak, entah kenapa saya menulis ini. Sudah mengerikan, menurut saya. Ya ya ya, yang saya bicarakan tentu saja perang tarif antara provider-provider ponsel di Indonesia. Ini bukan fenomena implisit, terlalu eksplisit malah menurut saya.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span>Bisa kita lihat iklan-iklan yang saling menyindir antar sesama provider ponsel. Perang tarif terlihat jelas. Masing-masing provider berlomba memberi tarif termurah, tak lupa dengan bumbu sindiran kepada provider lain yang mematok tarif lebih tinggi. Persaingan yang semakin tajam, menurut saya. Sebenarnya sudah <i>over</i>, tapi kita sudah terbiasa menjadi penontonnya.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;" lang="id-ID">Kalau beberapa waktu yang lalu perang tarif ini memaksa provider-provider menggencet tarif SMS-nya, maka sekarang tarif teleponlah yang terus digencet. Entah siapa yang memulai, tapi perang masih berlangsung sampai saat ini. Entah kapan akan berakhir, mungkin saat tarif telepon Rp 0,- tanpa syarat, kemanapun, dimanapun, kapanpun, dan selama apapun.</p>
<p style="margin-bottom:0;"><span>Kalau tarif SMS yang digencet <i>sih</i> memang sudah sewajarnya mengingat sebenarnya selama ini tarif SMS Rp 350,- itu adalah tiga kali lipat dari tarif aslinya. Kalau tarif asli telepon, terus terang saya belum tahu.</span></p>
<p style="margin-bottom:0;"><span>Yang jelas provider-provider ponsel tersebut memaksa pengguna untuk berlarian ke sana kemari dengan adanya perang tarif ini. Sebentar ganti kartu ini lah, sebentar ganti kartu itu lah. Dan biasanya alasannya adalah “<i>habis</i> lebih murah <i>sih</i>”. Satu hal yang saya tahu, pengguna ponsel menjadi kelimpungan sekaligus dimanjakan dengan adanya perang tarif ini. Terus saja, sampai tarif benar-benar Rp 0,- tanpa syarat apapun. Saat itu lah pulsa akan “mati”.</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/cikudit.wordpress.com/81/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/cikudit.wordpress.com/81/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/cikudit.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/cikudit.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/cikudit.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/cikudit.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/cikudit.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/cikudit.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/cikudit.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/cikudit.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/cikudit.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/cikudit.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/cikudit.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/cikudit.wordpress.com/81/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/cikudit.wordpress.com/81/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/cikudit.wordpress.com/81/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=cikudit.wordpress.com&amp;blog=2282702&amp;post=81&amp;subd=cikudit&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://cikudit.wordpress.com/2008/03/02/perang-tarif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/67a0473a47148a2ed7f8d0006671efdb?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">cikudit</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
