Cikudit’s Weblog

Maret 2, 2008

perang tarif

Diarsipkan di bawah: others — cikudit @ 4:25 am

Yak, entah kenapa saya menulis ini. Sudah mengerikan, menurut saya. Ya ya ya, yang saya bicarakan tentu saja perang tarif antara provider-provider ponsel di Indonesia. Ini bukan fenomena implisit, terlalu eksplisit malah menurut saya.

Bisa kita lihat iklan-iklan yang saling menyindir antar sesama provider ponsel. Perang tarif terlihat jelas. Masing-masing provider berlomba memberi tarif termurah, tak lupa dengan bumbu sindiran kepada provider lain yang mematok tarif lebih tinggi. Persaingan yang semakin tajam, menurut saya. Sebenarnya sudah over, tapi kita sudah terbiasa menjadi penontonnya.

Kalau beberapa waktu yang lalu perang tarif ini memaksa provider-provider menggencet tarif SMS-nya, maka sekarang tarif teleponlah yang terus digencet. Entah siapa yang memulai, tapi perang masih berlangsung sampai saat ini. Entah kapan akan berakhir, mungkin saat tarif telepon Rp 0,- tanpa syarat, kemanapun, dimanapun, kapanpun, dan selama apapun.

Kalau tarif SMS yang digencet sih memang sudah sewajarnya mengingat sebenarnya selama ini tarif SMS Rp 350,- itu adalah tiga kali lipat dari tarif aslinya. Kalau tarif asli telepon, terus terang saya belum tahu.

Yang jelas provider-provider ponsel tersebut memaksa pengguna untuk berlarian ke sana kemari dengan adanya perang tarif ini. Sebentar ganti kartu ini lah, sebentar ganti kartu itu lah. Dan biasanya alasannya adalah “habis lebih murah sih”. Satu hal yang saya tahu, pengguna ponsel menjadi kelimpungan sekaligus dimanjakan dengan adanya perang tarif ini. Terus saja, sampai tarif benar-benar Rp 0,- tanpa syarat apapun. Saat itu lah pulsa akan “mati”.

1 Komentar »

  1. iya..sekarang perang. kalo gak salah tarif interkoneksi seluler akan turun bulan april nanti.

    btw, tarif sms yang murah itu masih sesama operator lho…

    Komentar oleh ariebp — Maret 2, 2008 @ 7:20 am


RSS umpan untuk komentar-komentar dalam tulisan ini. URI Lacak Balik

Tinggalkan komentar

Blog pada WordPress.com.