Cikudit’s Weblog

Maret 18, 2008

ayat-ayat cinta

Diarsipkan di bawah: movie — cikudit @ 9:03 am

 Siapa yang belum nonton Ayat-ayat Cinta??? Tunjuk atap!

Yak, filmnya sih…yaa…lumayan kocak dan sangat mengharukan.

Kocaknya…lagu openingnya saja sudah menarik dan lucu, jadi menambah semangat menonton. Terus beberapa adegan juga diperankan dengan kocak, seperti saat Fahri dan Maria berdiri di tepi Sungai Nil membicarakan perihal (alah, bahasanya!) jodoh. Setelah membicarakan hal itu, mereka saling bertatapan dan akhirnya Fahri sadar sambil membaca istighfar untuk tidak menatap Maria. Terus yang kocak lagi, adegan saat Nurul dikenalkan dengan Aisyah yang telah menjadi istri Fahri. Nah di situ adegannya Nurul menjamu Aisyah dengan sikap over-baik sehingga malah mencurigakan. Beberapa percakapannya juga kocak. Kalau mau tau, nonton sendiri deh!

Banyak juga adegan yang mengharukan. Seperti waktu Aisyah meminta Fahri menikahi Maria. Ooohh…diperankan dengan sangat baik dan membawa penonton hanyut dalam perasaan. Terus adegan…adegan apa lagi ya? Yang Fahri akhirnya dibebasin tu lumayan mengharukan. Terus adegan Aisyah cemburu sama istri kedua Fahri, yaitu Maria. Banyak lagi lah, yang saat-saat mereka nangis tu bikin penonton pengen nangis juga. Ssstt…aku juga nangis loh waktu nonton di bioskop yang bernaung di salah satu mall di Jogja itu. Tapi nangisnya bukan karena film, karena…ada deh! Pokoknya jadi ga serius 100% nontonnya gara2 dikacaukan SMS2 gaib, he7

Lumayan lah filmnya. Adegan lucu dan mengharukan ditampilkan silih berganti, jadi bisa ganti2 suasana hati penonton.

Tapi agak kecewa juga sih, soalnya ada yang beda sama novelnya. Proses dari Fahri ketemu sama Aisyah sampai menikah tu singkat banget, jadi terkesan ngebut kalau dibandingkan dengan novelnya. Terus Maria diceritain cuma tinggal sama ibunya, padahal di novelnya tinggal sama ayah dan adek laki-lakinya juga. Terus adegan penyiksaan di penjara juga hilang (aku ga bisa bayangin kalo Fedi Nuril BENAR-BENAR harus memerankan penyiksaan itu, WAJAR lah kalo dihilangkan bagian itu). Terus di novelnya ga ada cerita Fahri, Aisyah, dan Maria tinggal bertiga. Jadi ga ada jealous2an. Ada juga Maria langsung sakit setelah Fahri dibebaskan, jadi langsung tinggal di rumah sakit. Pengarang novelnya ga kenapa2 tuh ceritanya melenceng dari novel???

Nah ternyata eh ternyata, ni film bikin heboh juga. Banyak infotainment yang mengusung film ini sebagai berita utamanya. Mungkin secara film kayak gini jarang banget di Indonesia, jadi sensasional gitu, he7 Terus di infotainment-nya pasti nyangkut2in masalah agama si pemeran2nya sama peran di film. Untung buat mereka juga sih, jadi TOP mendadak (sebelumnya emang sudah top, tapi jadi tambah TOP). Untung buat aku sih…bisa sering2 liat Fedi Nuril, KYAAAAAAA………….!!!!!!!!!

Nah trus nih, katanya ni film memecahkan rekor jumlah penonton! Kalo ga salah sudah dua juta penonton…plok3x…hebat ya???

1 kalimat yg masih mengusik pikiranku dari film itu, kalimatnya Maria…

Sekarang aku tahu, bahwa antara cinta dan rasa ingin memiliki itu beda.

Yak, jujur aku belum ngerti bedanya, maksudnya aku ga ngerti arti cinta dan rasa ingin memiliki. Ada yang bisa jelasin??? (^_^)”a thx

Maret 7, 2008

meet the spartans

Diarsipkan di bawah: movie — cikudit @ 11:52 pm

atttrrrrreeeeeeetttt…ni pilem bikin emoasi bgt!knp?

KENAPA?

cz pilemny gokil abiz deh, dr yg g mutu mpe malu2in, dr yg wagu mpe yg g nyambung, dr yg bin ajaib mpe aneh, dr sabang mpe merauke (eeeehh…)

pokoknya ni film bisa bikin cekakakan + diem terpana shock

kudu lead deh bt yg pgn ketawa lepas…

oia, ni film diadaptasi dr film 300 + bbrp film n reality show laen yg bikin shock n g ngerti knp bs sampe muncul di situ.

rada nggilani c filmny, tp bnr2 bs bikin ketawa n shock deh!

suggested to wacth

Maret 2, 2008

perang tarif

Diarsipkan di bawah: others — cikudit @ 4:25 am

Yak, entah kenapa saya menulis ini. Sudah mengerikan, menurut saya. Ya ya ya, yang saya bicarakan tentu saja perang tarif antara provider-provider ponsel di Indonesia. Ini bukan fenomena implisit, terlalu eksplisit malah menurut saya.

Bisa kita lihat iklan-iklan yang saling menyindir antar sesama provider ponsel. Perang tarif terlihat jelas. Masing-masing provider berlomba memberi tarif termurah, tak lupa dengan bumbu sindiran kepada provider lain yang mematok tarif lebih tinggi. Persaingan yang semakin tajam, menurut saya. Sebenarnya sudah over, tapi kita sudah terbiasa menjadi penontonnya.

Kalau beberapa waktu yang lalu perang tarif ini memaksa provider-provider menggencet tarif SMS-nya, maka sekarang tarif teleponlah yang terus digencet. Entah siapa yang memulai, tapi perang masih berlangsung sampai saat ini. Entah kapan akan berakhir, mungkin saat tarif telepon Rp 0,- tanpa syarat, kemanapun, dimanapun, kapanpun, dan selama apapun.

Kalau tarif SMS yang digencet sih memang sudah sewajarnya mengingat sebenarnya selama ini tarif SMS Rp 350,- itu adalah tiga kali lipat dari tarif aslinya. Kalau tarif asli telepon, terus terang saya belum tahu.

Yang jelas provider-provider ponsel tersebut memaksa pengguna untuk berlarian ke sana kemari dengan adanya perang tarif ini. Sebentar ganti kartu ini lah, sebentar ganti kartu itu lah. Dan biasanya alasannya adalah “habis lebih murah sih”. Satu hal yang saya tahu, pengguna ponsel menjadi kelimpungan sekaligus dimanjakan dengan adanya perang tarif ini. Terus saja, sampai tarif benar-benar Rp 0,- tanpa syarat apapun. Saat itu lah pulsa akan “mati”.

mikey way’s wife

Diarsipkan di bawah: music — cikudit @ 4:21 am

alicia-n-mikey.jpg 

Yep, finally i found her picture! Emm…AKU GA PERCAYA ITU ISTRINYA MIKEY!!! Astaga…aku pikir istrinya itu tipe keibuan atau cewek alim lah, ternyata…GOKIL dah pokoknya!

Si cewek yang fotonya aku pajang ini punya nama asli ALICIA SIMMONS (setahuku). Tapi tentu saja sekarang jadi ALICIA WAY mengingat dia adalah istri dari Michael James Way a.k.a Mikey Way, bassist band My Chemical Romance.

Dari info yang aku dapat, mereka menikah tanggal…ada dua info tentang tanggalnya, yaitu tanggal 17 Maret 2007 dan 17 Mei 2007. Kalau menurutku sih tanggal 17 Mei 2007, karena rasanya belum terlalu lama berita pernikahan mereka beredar. Sayangnya sampai saat ini aku belum menemukan foto pernikahan mereka, tidak dipublikasikan mungkin.

Kalau ingin melihat mereka, buka http://www.youtube.com/watch?v=CXRGm8NRcqU aja. Itu berisi rekaman foto mereka dengan tulisan opening “A Tribute to The Most MCR’s Romantic Couple” atau semacamnya dan di-backsound-i oleh lagu MCR “Disenchanted”. Rasanya backsoundnya kurang pas ya?

Nah ternyata mereka ini punya tatto yang bisa digabungkan jika tangan mereka didekatkan. Tattonya bergambar flaming heart dengan tulisan “FOREVER”.

Jujur, aku benar-benar terkejut melihat mereka, terutama si cewek. Dari foto-foto yang aku temukan, mata si cewek ini berwarna merah, mungkin pakai soft lens atau apa lah. Kalau memang benar-benar merah seperti itu, KEREN SEKALI!!! ^.^”a

Maret 1, 2008

catatan hati

Diarsipkan di bawah: (my) life — cikudit @ 12:52 am

Special for my brother :

 

Sadari hati…

Apa yang tlah kau lakukan

Dan ku korbankan

(Sadari Hati, by Keila or Kayla or something sounds like that)

 

I juzt wanna be appreciated for what i’ve done for u, not an anger. U never wanna understand, juzt angry. Don’t u know that i’m tired too??? And i’m still trying not to make u angry. It’s always hard in my mind…

pengalaman pertama naik transjogja

Diarsipkan di bawah: moments — cikudit @ 12:48 am

22 Februari 2008, pertama kali saya naik TransJogja (dan sampai detik ini, 29 Februari 2008, 9:21 pm, belum ada yang “kedua”). Sebenarnya saya tidak tertarik, tapi berhubung Mama mengajak dengan alih-alih ke Pasar Beringharjo dan tidak tega membiarkan Mama mencoba alternatif alat transportasi baru sendirian, akhirnya saya mau juga.

Berangkat dari halte yang tidak jauh dari rumah saya, halte di dekat toko oleh-oleh Kembang Jaya Maguwoharjo. Setelah bertanya-tanya pada petugas di halte tapi akhirnya tidak hafal jalur juga, akhirnya bus yang kami tunggu datang beberapa menit kemudian. Bus dengan jalur 1A yang saya dan Mama naiki penuh (sesak), mungkin karena masih baru dan masih pada “icip-icip” mumpung biayanya masih Rp 1000,-. Dapatlah kami berdiri di bis itu. Jangankan duduk, pegangan yang disediakan saja sudah penuh.

Bus berputar dulu ke bandara, kemudian ke Pasar Prambanan (padahal kami mau ke Pasar Beringharjo). Setelah berdiri beberapa waktu dan Mama mengeluhkan bau tak sedap yang menyeruak dari ketiak seseorang yang berdiri dan menyerahkan nyawanya pada pegangan juga, akhirnya Mama mendapat tempat duduk. Tempat duduk ini datang dari seorang gadis yang merelakan “posisi nyaman”nya kepada Mama. Dan setelah beberapa lama kemudian lagi, saya mendapat tempat duduk di sebelah Mama.

Ternyata membutuhkan waktu sekitar satu setengah jam sambil menikmati kepadatan penduduk untuk akhirnya sampai ke Pasar Beringharjo. Kejadian di Malioboro seperti saya membeli gulali berbentuk bintang seharga Rp 2000,- berwarna merah muda dan hijau, membeli minuman kombinasi cendol dan camcau seharga Rp 2000,- pula, membeli dua pasang sandal rumah seharga Rp 20.000,-, terpesona pada sepasang sarung tangan hitam dan tas manis (saya tidak percaya bahwa wanita seperti saya bisa menyukai tas itu) tapi tidak berhasil membawa pulang keduanya, dan lain-lain rasanya tidak perlu saya ceritakan (sepertinya sudah).

Pulanglah kami dengan TransJogja lagi. Kali ini jalurnya 3A dan tetap penuh (sesak). Saya berdiri dan Mama mendapat tempat duduk setelah beberapa saat berdiri. Dan lagi-lagi itu atas jasa seseorang (kali ini pemuda) yang merelakan “posisi nyaman”nya untuk Mama.

Di saat-saat genting seperti itu saya masih sempat terpesona oleh seorang cowok yang berdiri (tergencet) di belakang saya. Kulitnya putih, potongan rambutnya rapi, dan sebuah kacamata bertengger di wajahnya. Sepintas saya kira dia adalah anak SMP. Dia turun di Jalan Kusumanegara dan masuk ke sebuah gang yang tidak jauh dari halte Kusumanegara. Baru di saat melihat dia berjalan menjauh itu lah saya menyadari bahwa dia tidak memakai seragam SMP (bahkan “seragam” pun tidak). Habis cerita.

Kemudian saya mendapat tempat duduk setelah sepasang ibu-anak turun di suatu halte. Kemudian segerombol pemuda (saya rasa ada pemudi-nya juga) yang naik di suatu halte. Lagi-lagi saya terpesona pada seorang cowok di tengah kepadatan bus itu. Kali ini tipenya berbeda dengan yang tadi. Cowok ini berambut gimbal panjang, tapi wajahnya bersih, jadi terbersit di pikiran saya bahwa gimbalnya ini adalah karena sengaja, bukan karena jarang keramas (saya akui saya cukup “sok tau” perihal rambut gimbal). Dan saya turun di halte tempat berangkat tadi pagi. Habis cerita.

Saya tidak menghitung waktu kepulangan karena yang ada di pikiran saya hanyalah “TIDUR!” Saya merasa lelah sekali setelah bertengger di bus yang penuh (sesak).

Hal yang mau saya tekankan bukanlah tentang ada-dua-cowok-yang-membuat-saya-terpesona-dalam-pengalaman-pertama-saya-naik-TransJogja, tapi tentang TERNYATA MASIH ADA YA PEMUDA PEMUDI YANG PEDULI PADA ORANG TUA DI JAMAN SEPERTI INI?! Saya salut pada orang-orang yang merelakan “posisi nyaman”nya untuk Mama. Seandainya semua pemuda pemudi memiliki kepedulian seperti itu….

Blog pada WordPress.com.