ternyata masih banyak yang tidak aku mengerti di dunia ini. di hidupku yang telah menginjak 19 tahun ini ternyata banyak pengalaman dan pelajaran yang belum aku dapat. hidup ini masih punya banyak misteri yang entah kapan akan aku mengerti.
apa yang kau tahu tentang hidup? aku baca banyak kisah dari sebuah buku. menurut mereka, hidup itu adalah HARI INI, bukan kemarin ataupun besok, bukan mengenang masa lalu ataupun mencemaskan masa depan. apa benar begitu? apa aku harus melakukan hal yang sama?
aku mungkin terlalu banyak bertanya, tapi aku benar-benar tidak tahu. aku ingin menjalaninya dengan tenang, tanpa banyak bertanya. tapi akhirnya aku malah tak tahu apa-apa.
-aku lelah, aku buntu, tapi aku ingin terus-
makna hidup…itu pun aku tak mengerti. aku tak mengerti, apa aku bisa menemukan makna hidup? sebenarnya apa itu makna hidup? aku hanya sering berkata bahwa aku belum menemukan makna hidup. apa karena aku tdak tahu apa itu makna? apa karena aku memang belum menemukannya? lagi-lagi aku terlalu banyak bertanya.
seseorang di sana, aku ingin jawaban darimu…
tapi aku bahkan tak tahu bagaimana cara bertanya padamu…
apa kau bisa menjawabnya? aku bertanya…
Januari 31, 2008
january 27th, 2008
pintaku padaMU
Ya Allah, Kau satu-satunya yang paling mengenalku, yang paling mengerti aku. Pasti Kau juga tahu bahwa saat ini aku sedang takut, sangat takut. Air mata ini tak mau menetes untuk sekedar melegakan rasa takut ini. Aku sendiri menghadapinya, karena aku bahkan terlalu takut untuk membaginya dengan orang lain. Allah, jangan biarkan ketakutanku ini menjadi kenyataan, karena itu mungkin bisa menghancurkan seluruh sisa hidupku. Aku takut…sangat takut.
Aku tahu aku lemah, dilumuri banyak dosa, selalu meminta, sering meninggalkanmu, tapi sungguh, itu bukan karena aku takabur. Aku tetaplah makhlukmu yang terbatas, yang takut, dan butuh pertolonganMU. Aku tahu Kau selalu ada di sana, hanya padaMU aku meminta. Jangan jadikan ketakutanku ini kenyataan, hapuskan semua ketakutanku. Aku tahu Kau mencintaiku, Kau akan menolongku. Aku percaya akan kebesaranMU. Jadi tolonglah aku. Hapuskan ketakutan ini. Jangan biarkan aku hancur di dalamnya. Jangan biarkan itu menghancurkan seluruh sisa hidupku. Tolong, beri aku hidup yang wajar, yang membuatku tenang. Jangan biarkan aku mati dalam ketakutan ini.
Aku mohon…hanya padaMU aku meminta.
Januari 29, 2008
aku…
Aku ingin menulis, hanya itu yang ada di otakku, tanpa tahu apa yang aku tulis dan kemana arahnya.
Aku ingin menulis, hanya itu yang ada di otakku, tanpa tahu apa artinya dan apa yang akan terjadi.
Aku ingin menulis, hanya itu yang ada di otakku, tanpa tahu siapa yang membaca dan bagaimana reaksinya.
Aku ingin menulis, hanya itu, sungguh…hanya itu.
PS : bt seseorang di sana yang menjadi pembaca setiaku, “blog ini tetap ada buat kamu” (melebih-lebihkan) hwuuu,,,
“dia yang lain” adalah bahagiaku
“dia yang lain”, akan kusebut begitu. Karena dia memang dia yang lain, lain dari dia yang dulu adalah bahagiaku. Sudah 2,5 tahun aku “mengenal”-nya. Sudah 2,5 tahun itu pula aku menunggu untuk menjadi temannya. “dia yang lain” selalu…selalu bisa membuatku tersenyum, bahkan tertawa. Dulu aku pernah mengira “dia yang lain” adalah bahagiaku, tapi aku menghapus semua prasangka itu. “dia yang lain” itu hanya temanku (setidaknya hanya itu yang kuinginkan darinya), itu yang aku pikir saat itu. Tapi memangnya kenapa kalau teman? Bukan berarti teman tidak bisa jadi bahagiaku kan?
Sekarang aku merasa “dia yang lain” memang bahagiaku, satu-satunya orang yang saat ini bisa membuatku tersenyum saat melihat namanya di daftar sms baru yang masuk ke HPku. Bahagiaku, ya, memang bahagiaku. Tapi hanya dalam batas pertemanan, karena hanya itu yang kuinginkan darinya. Cukup menjadi temannya, itu sudah sempurna.
Hai “dia yang lain”, tetaplah jadi bahagiaku. Jangan pernah hapuskan bahagia dari hatiku. Jangan pernah turunkan tahtamu dari hatiku. Sempurna, tetaplah ada di situ. Aku akan menjaga itu.
iklan bersambung
Saudara2 sekalian pasti sudah tahu iklan yang saya maksud. Iklan produk kecantikan itu lho, yang ada ceritanya dan terus bersambung. Saya cuma ingin tahu, apa sih motifnya membuat iklan seperti itu???
Agar menarik, jelas! Dengan begitu banyak yang akan menonton iklan tersebut dan sedikit banyak orang akan tahu produk apa yang mengiklankan cerita itu. Tapi apa tidak malah menyelewengkan fungsi iklan yang intinya adalah mengkomunikasikan suatu produk pada pemirsa? Soalnya pada akhirnya yang menarik untuk ditonton adalah iklannya, bukan produknya. Saya sendiri belum melakukan survei apakah penjualan produk tersebut meningkat atau tidak, tapi bagi saya sendiri yang menarik adalah cerita iklannya, bukan produknya. Jadi bagaimana menurut Anda??
Kasarnya, menurut saya iklan ini cukup memberikan angin segar bagi dunia periklanan Indonesia. Dunia periklanan akhir-akhir ini hanya menampilkan iklan yang lucu, saling menjatuhkan, atau bahkan terkesan “maksa” (maksudnya ide ceritanya dipaksakan). Nah iklan dengan cerita yang seperti sinetron ini (dengan banyak episode), saya rasa bisa memberikan trend baru dalam dunia periklanan Indonesia. Tapi ya itu tadi, saya masih meragukan keefektifannya sebagai iklan yang “menjual”.
Januari 28, 2008
pak harto meninggal (judul pasaran)
actually, i’m not really interested about this topic, g “ngeh” gt loh…
cumaaaaannn ak tertarik ama fenomena yang ditimbulkannya
u know lah, almost all TV station reported about this aaaaalll day long.
aaaaannddd,,,ini berdampak sm yg namany acara tipi. u kow what? samurai X n naruto kesayanganku ga ditayangin gara2 tu stasiun televisi sibuuuuuukkk beritain meninggalnya pak harto.
pada’al nih ya, yg diberitain tu ya itu2 aja, paling kapan meninggalnya, suasana rumah sakit, suasana rumah cendana, rencana pemakaman, suasana hastana giribangun or somethin’ like that, latihan penjemputan jenazah, dan ujung2na adalah SEJARAH pak harto sendiri.
aaaaaahhh ak terpaksa melewatkan malam yg membosankan gr2 pilem2 kesayanganku g ditayangin!
da laz, turur berduka cita bt pak harto, moga arwahnya diterima, dosanya diampuni, dan keluarga yag ditinggalkan diberi ketabahan…amien…
Januari 23, 2008
bukan bahagiaku lagi
Aku ingat dia pernah jadi satu-satunya bahagiaku
Aku ingat dia pernah jadi setengah bahagiaku
Aku tau, sekarang dia bukan lagi bahagiaku…
Entah kenapa, mungkin rasa itu telah hilang. Aku tak lagi merasakan hal seperti dulu. Aku tak lagi tersenyum setiap melihatnya. Aku tak lagi berusaha ada di dekatnya, bahkan sekarang menghindarinya. Aku tak lagi tersipu saat memikirkannya. Aku tak lagi merasakan debaran jantung saat mengirim sms padanya, atau saat menerima sms darinya. Hilang…sudah…semuanya berakhir. Aku sama sekali tak menyangka ini akan berakhir, aku pikir dia akan abadi di sini.
Tapi apa ini benar-benar berakhir? Aku takut ini hanya sementara. Sejujurnya aku lelah karena telah terlalu lama terikat padanya. Otakku, hatiku, selama ini selalu ada di tangannya, tanpa pernah diketahuinya. Satu sisi diriku merasa lelah, ingin lepas dan bebas. Sisi yang lain sama sekali tak ingin melupakannya, bahkan secuil kenangan tentangnya, sedikit pun, tak pernah mau.
Lalu bagaimana sekarang? Senang rasanya tidak terikat rasa itu lagi, seperti yang telah kuharapkan bertahun-tahun lamanya. Tapi kecewa karena rasa ini hilang begitu saja, menguap oleh waktu, di luar kesadaranku. Apa lebih baik begini? Aku lelah…tapi tak ingin lepas. Mungkin lebih suka terikat…tapi lelah. Jadi bagaimana???
the bezt i ever had
She’s almost always be there for me
She feels like my shelter
Those SMS always come when i’m falling down
She almost always feels worse when i cry
She almost always says the best words to make me smile between my tears
She’s always make me smile and forget my prolems when i’m with her
I always remember her when i feel the darkness comes to me
She knows all my dissapointment
She knows all my darkness side
She’s standing in my door of loneliness
She’s my doorstep when i’m down
She’s my light when i’m dark
She’s my smile when i cry
She’s just the best i ever had
She’s just MY BEST FRIEND
dissapointment
Kecewa…aku nyaris tak pernah mengerti apa arti kata itu walaupun aku sering sekali merasakannya. Yang aku tahu, kecewa adalah kata yang bisa diungkapkan saat harapan dan keinginanku tidak tercapai, saat aku telah berharap banyak namun tidak terwujud. Aku rasa kata ini menimbulkan efek samping, seperti sedih dan air mata.
Menurutku kata itu memiliki makna yang dalam, tentang kegagalan. Kata itu selalu muncul di benakku setiap segala sesuatunya tidak berjalan sesuai harapan, atau kefleksibelanku tentang segala hal tidak lagi mampu menoleransi apa yang terjadi.
Sayangnya aku bukanlah orang yang mudah melupakan kekecewaan. Aku butuh waktu untuk menjaga dan menyimpannya, walaupun mungkin waktu itu terhitung cukup singkat. Aku bisa saja membuat diriku merasa terpuruk oleh rasa kecewa satu jam yang lalu dan sekarang aku tertawa entah karena apa. Aku bisa saja meneteskan air mata penuh kekecewaan lima menit yang lalu dan sekarang tersenyum setelah membaca sebuah SMS yang menenangkanku (masih dengan sisa air mata di pipiku).
Kecewa…kadang semua hal membuatku merasa kecewa, tapi itu tidak selalu membuat pandanganku berubah tentang suatu hal. Mungkin aku bisa disebut pantang menyerah dalam hal kekecewaan. Dan air mata adalah caraku untuk melegakan perasaan itu. Aku tahu ini terdengar cengeng, tapi setidaknya aku tidak meneteskan air mata dan terisak-isak di depan semua orang. Kesendiriaku adalah saat di mana aku melepaskan segala rasa kecewaku. Kadang aku membutuhkan seseorang untuk membuatku tersenyum kembali, tapi tetap saja kesendirianku adalah tempat ternyamanku untuk melupakan kekecewaanku.
Aku sudah terbiasa dengan perasaan seperti itu. I can make this darkness feels like home.
untitled
Di sela kesibukanku di warnet, aku menyempatkan diri mengunjungi blog2 orang lain. Dan betapa shock-nya aku begitu mengetahui bahwa betapa TIDAK BERMUTUnya blogku ini! Aku menyesali hal ini, sungguh!
Jika dibandingkan, blogku sama sekali tidak ada apa-apanya dengan blog orang lain yang walaupun tulisannya singkat namun bermakna dan blog orang lain lagi yang menyisipkan berbagai referensi sebagai bahan tulisannya. What am i???
Feels like so stupid coz i wrote anything in my mind without any manner! I juzt…what a stupid am i?!
Aku ingin jadi penulis, entah kenapa. Aku pikir itu menarik, aku bisa menuliskan ide-ide yang tiba-tiba saja mencuat di otakku, dalam hal ini adalah ide-ide fiksi (aku rasa aku mengalami over dosis dalam hal ini). Aku benar-benar ingin bisa menulis cerita fiksi yang bagus, menarik, dan bermutu. Tapi aku sering sekali tidak bisa mengungkapkan ide itu. Kenapa? Aku juga benar-benar ingin bisa menerbitkan cerita-cerita fiksiku dan disukai semua orang (bukan AKUnya, tapi CERITAnya).
Itu adalah satu-satunya hal yang benar-benar aku inginkan untuk masa depanku (kalau bisa masa sekarang). Aku bahkan tak punya cukup waktu dan kemampuan untuk mewujudkannya. Tapi aku rasa aku harus tetap optimis. Aku tahu “optimis” bukanlah keahlianku, tapi aku harus bisa melakukannya, aku harus bisa mewujudkan satu-satunya hal yang benar-benar aku inginkan untuk hidupku.
AKU BENAR-BENAR INGIN BERKARYA!